Entah apa yg sbenernya tengah kurasa… Ada kegalauan… ada gundah… dan segala hal yg mbuat hati ini merasa gak nyaman.
Sesungguhnya aku tau betul apa penyebab kegalauan ini… namun ku lom bisa benar benar menghalaunya, mengatasinya… Selalu hilang timbul, datang dan pergi…
Mungkin semua orang melihatku sebagai sosok wanita “perkasa” dan berhati baja… Gak mudah aku dibuat sedih or sakit… Dan akupun meyakini itu. Aku adalah wanita yg kuat!
Namun sejak bbrp saat lalu aku (harus) kehilangan sesuatu yg benar benar kuinginkan… (calon anakku)… Aku jd demikian rapuh… Hal kecil dpt dg mudah menghancurkanku, membuka lagi kenangan itu, melukaiku… (begitu pula malam ini). Seperti lagu “Rapuh”nya Joeniar Arif…
Kau tak tau betapa rapuhnya aku
Bagai lapisan tipis air yang beku
Sentuhan lembut kan hancurkan aku…
Walaupun cinta tak sempurna
menghampiriku seketika
Kuingin kau tau betapa rapuhnya aku…
Mungkin aku gak akan serapuh ini andai sejak awal dulu gak da “penolakan”… Mungkin juga aku yg terlalu blebihan… Namun hatiku tau, penolakan itu begitu menyakitkanku (terlebih saat kutau tak ada penolakan utk yg satu). Memang gak da kata nyata, namun sikap telah banyak mengungkapkan isi hati… (calon) anakku dengan nyata diingkari, tak diinginkan dan tertolak!!!
Kau tak tau betapa rapuhnya aku
Masih terasa luka di masa lalu
Ku pernah mencintai sepenuh hati
(namun cinta diingkari)
Dan kuterluka, luka membekas
Bekas membuat, buat slamanya
Selamanyaku, ku kan selalu
Ku kan selalu rapuh…
Jujur kuingin bangkit… dengan harapan baru… Harapan yg pernah dijanjikan (semoga janji yang sesungguhnya)… dan semoga itu benar, dari hati, dan tak ada penolakan lagi)… Akan kuliat, kubuktikan kesungguhan janji itu… Akan kubuktikan semua yg pernah terucap.
Dan semoga bila itu benar terwujud, tak ada lagi “penolakan”… Yg kuharap hanya akan ada penerimaan dan kebahagiaan… Semoga… (kumenanti kesempatan kedua-lagi)
Kuingin tunjukkan kepada dunia
Tak hanya ada karena masa lalu
Tapi masih ada harapan bagi yang baru
Kau tawarkanku (sejuta harapan)
Namun kenangan itu (takkan pernah hilang)
Kuingin kau tau, betapa rapuhnya aku…
Ku selalu berdoa n memohon pdNya, semoga Allah memberiku (lagi) seorang anak seperti yg aku selalu inginkan n harapkan selama ini… Semoga segera hal itu dapat terwujud… Amin…
Kadang ada sedikit keraguan (meski sebenernya bukan keraguan, hanya bumbu bumbu perasaan) yang menggelayut dalam pikiran… Tentang rasa cinta…
Rasa cinta yang diyakini telah ada… tetap ada… dan akan selalu ada…
Hingga terucaplah sebuah tanya retorika… “sayang… masihkan kamu mencintaiku?”
Dan seperti pertanyaan retorika lainnya, jawabannya telah kita tau… Namun masih indah… tetap indah… dan akan selalu indah saat kita mendengarnya…
“Sayang… kamu bukan cinta sesaatku…
Jauh sebelum aku mengenal cinta…
Aku lebih dulu memilikimu…
Jauh dilubuk hatiku…”
terimakasih untuk yang telah mencintaiku sejak dulu, kini dan nanti…
![]()
Impikan apa yang ingin anda impikan…
Pergi ke tempat yang ingin anda datangi…
Jadi orang yang anda inginkan…
karena kita hanya punya satu hidup dan satu kesempatan untuk melakukan semua hal yang ingin kita lakukan…
Mungkin kita punya cukup banyak kebahagiaan untuk membuat kita manis…
Cukup cobaan untuk membuat kita kuat…
Cukup penderitaan untuk membuat kita manusiawi…
Dan cukup harapan untuk membuat bahagia…

Bahagia..Duka... Dua kata yang bertolak belakang...
Penerimaan..Penolakan... Dua kata dengan makna sangat berbeda...
Dua rasa yang berlawanan...
Mengapa ada yang diterima ada yang tidak?
Mengapa punya kita ditolak?
Mengapa harus dibedakan?
Tidakkah itu sama?
Bukankah "inti"nya sama?
Mengapa iya dan tidak?
Mengapa harus "beda"??
Apakah karena gak punya "hak"?
Benarkah gak berhak???
Bolehkah ada rasa sedih melihat kebahagiaan yang lain?
Bolehkan merasa seseorang berlaku gak adil pada kita?
Bolehkah...?
B-o-l-e-h-k-a-h...?
Berjuta pertanyaan berkecamuk..
Tak kuasa menahan kegalauan..
Hanya tangis.. air mata.. yang menemani..
Maafkan karena merasa dibedakan (meski sejujurnya tau klo “beda”)… Miss my adeljuro (yg tertolak- maaf ya syg)…
Waktu itu bagaikan pedang,
jika tidak kau potong maka ia (waktu) akan memotongmu..
bagi seseorang yang terjerat waktu (karena pekerjaan atau apapun) mungkin kata ini gakda artinya… mungkin juga kata ini hanya sebuah omong kosong… tapi sesungguhnya, waktu sesaat dapat memberi arti yang dalam untuk “orang lain”…
meski hanya sepatah kata sangat berarti bagi yang mencinta…
Katanyaaa Cinta Pertama gak bisa dilupakan?
Bener gak ya??
Seandainya benar, emang apa seh keistimewaan Cinta Pertama itu???
Ada anggapan bahwa Cinta Pertama adalah cinta yang murni… (atau cinta yang bodoh?).
Soalnya Cinta Pertama itu gak pernah mikirin segala macam tetek bengek diluar cinta itu ndiri… Gak pernah mikirin suku, warna kulit, ras, agama dll.
Cinta Pertama memiliki hati yang murni, hati yang pertama kali menyentuh perasaan cinta atau menyayangi orang lain..
Cinta Pertama adalah cinta yang membuat hati kita bergetar.
Cinta yang akan slalu terkenang n senantiasa kita agungkan dalam hati…
Perasaan yg incredible… Thats first love…
Kayak lagunya Maliq n D’Essential yang judulnya “Yang Pertama” ini… asik banget didenger, maknanya juga daleeeem…
Bila kau tatap mata ini
Tersirat senyuman dirimu
Ingin kau hadir disini
Kaulah belahan jiwaku
Bila kau buka hati ini
Terlukis bayangan dirimu
Arti hadirmu disini
Begitu nyata untuk selamanya
Diantara semua cinta yang ada
Kau yang selalu
Membuat ku tak berdaya
Begitu berarti cintaku yang pertama
Cintamu
Tak akan pudar terhapus ditelan waktu
(Sejak dulu..kau yang pertama)
Semua terasa begitu cepat berlalu
Biarkanlah menjadi rahasia
Kisah cinta diantara kita
Meskipun kini ada yang lain..dihati
Biarlah menjadi rahasia
Diantara semua kaulah yang pertama yang aku cinta
Ada saat tertentu dimana kita merasa sangat merindukan seseorang sampai kita ingin menariknya keluar dari mimpi dan merangkulnya secara nyata..
kerinduan… membuat kita selalu mempunyai harapan…
harapan untuk menikmati kebersamaan… dalam alam nyata…
Apa bener sih kata itu.. “Cinta Tak Harus Memiliki“?? Mmmmm kayaknya absurd bgt ya.. Siapa sih yg mau…?? (Pasti gak ada kan?)
Cinta… Adalah hal yang indah. Semestinya berakhir dg (saling) memiliki (duuuh indah banget yaaa…).
Itu yang ideal… Itu yg didambakan semua org yg sdg mencinta.. Menjadi cinta yg utuh…
Tapi apa kenyataannya?? Gak semua cinta berakhir dlm kebersamaan…
Seperti penggalan lirik lagu “Percayalah” punya Ecoutez…
Percayalah kasih
Cinta tak harus memiliki
Walau kau dengannya
Namun kuyakin hatimu untukku
Percayalah kasih
Cinta tak harus memiliki
Walau kau coba lupakan aku
Tapi ku kan slalu ada untukmu
Yups, Cinta Sejati selalu ada.. Selalu sama…
Disaat cinta sejati tlah datang, dia takkan pergi… Takkan hilang.. Tak juga berkurang… Krn cinta kan terus bersemayam.
Meski tak dapat memiliki, tapi bersyukur telah diijinkan (saling) mencintai…
Dirimu dihatiku
Tak lekang oleh waktu
Meski kau bukan milikku…
Intan permata yang tak pudar
Tetap bersinar
Mengusik kesepian jiwaku…
(Dicuplik dr lirik lagu “Tak Lekang oleh Waktu” by Kerispatih)
Terinspirasi dr kisah kasih dua insan yg saling mencinta (sejak dulu, kini hingga nanti) meski tak saling memiliki..
Cinta kalian demikian indah..tulus.. Itulah Cinta Sejati.. dan, tetaplah saling mencinta meskipun tak ada ujung yang menyatukan.. krn sesungguhnya takdir cinta yg telah mempertemukannya… (Terimakasih Tuhan)
Untuk setiap masalah di dunia ini, selalu ada solusi atau tak ada solusi sama sekali…
Jika ada solusi, cari dan temukan!
Jika tak ada solusi, jangan dipikirkan…
untuk seseorang yang tengah berada dalam kegalauan… terjepit diantara gajah… sayang, kamu bisa mengatasinya!
Saat jauh dari seseorang yang kita cinta… kekasih… belahan hati… aneka rasa yang bergolak di dada. Rindu… pasti! Bahkan kadang rasa hampa…
Terlebih saat berada disuatu tempat dengan suasana romantis… perasaan ingin bersama, berdua… menikmati saat saat indah… Sungguh sangat menyiksa…
“Sayang, kota keliatan bagus banget kalo lengkap, lampu lampu nyala. tapi aku kehilangan satu lampu… kaulah lampu itu…”
oh sooo suiiiit… indah terdengar kalimat itu… sangat indah namun dibalik itu ada pengharapan besar… memang pijar lampu tampak demikian indah… namun tetap terasa kurang lengkap tanpa kebersamaan…

“kalau ke tempat ini adanya cuma bayangkan seandainya kesempatan kedua boleh terulang, seandainya waktu boleh kembali, seandainya ………..”
Yups… yang bisa kita lakukan hanyalah berharap akan ada kesempatan kedua… untuk menikmati semua itu lebih utuh… Menikmati malam indah bersama… berdua…
curahan hati seseorang yang tengah merindu… berharap akan datang saatnya…
semoga…
